Jumat, 02 Mei 2014

TAJWID


HUKUM BACAAN IDGHAM

Idgham 
menurut etimologi berarti memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu. Menurut istilah tajwid berarti memasukkan huruf yang sukun ke dalam huruf yang berharakat sehingga menjadi satu huruf yang bertasydid. Idgham terbagi dua: - Idgham Bighunnah (disertai dengung) - Idgham Bila Ghunnah (tanpa dengung).Catatan: Idgham tidak terjadi kecuali dari dua kata. Huruf-huruf idgham ada enam, yaitu yang tergabung dalam kalimat( ظٹط±ظ…ظ„ظˆظ† )

IDGHAM BILA GHUNNAH
Idgham bila ghunnah mempunyai dua huruf, yaitu:( ط± )dan( ظ„ ).Apabila salah satu hurufnya bertemu dengan nun sukun atau tanwin (dengan syarat di dalam dua kata), maka bacaannya harus idgham bila ghunnah kecuali nun yang terdapat pada ayat( ظژظ…ظ† ط±ط§ظ‚ ), karena di sini harus dibaca saktah (diamsebentar tanpa bernafas) yang menghalangi adanya bacaan idgham.

(2)(25)

IDGHAM BIGUNNAH
Idgham bighunnah mempunyai empat huruf, yaitu yang tergabung dalam kalimat(ظٹظ†ظ…ظˆ ), yaitu: ظ…, ظ†, ظٹ dan ظˆ . Apabila salah satu hurufnya bertemu dengan nun sukun atau tanwin (dengan syarat di dalam dua kata), maka harus dibaca idgham bighunnah, kecuali pada dua tempat, yaitu: pada ayat( ظٹط³ ظˆط§ظ„ظ‚ط±ط¢ظ† ط§ظ„ط­ظƒظٹظ… )dan( ظ† ظˆط§ظ„ظ‚ظ„ظ… ظˆظ…ط§ ظٹط³ط·ط±ظˆظ† )yang harus dibaca izhar mutlak, berbeda dengan kaedah aslinya. Hal ini sesuai dengan bacaan yang diriwayatkan oleh Imam Hafsh.

(2)(58)


HUKUM BACAAN IZHAR
Izhar menurut etimologi berarti memperjelas dan menerangkan. Menurut istilah tajwid berarti melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung

HUKUM BACAAN IKHFA'

Ikhfa menurut etimologi berarti menyembunyikan. Menurut istilah tajwid berarti melafalkan huruf antara izhar dan idgham tanpa tasydid dan disertai dengan dengung.Disebut juga ikhfa hakiki (real) karena kenyataannya persentase nun sukun dan tanwin yang disembunyikan lebih banyak dari huruf lainnya. Huruf ikhfa ada lima belas, yaitu awal kata dari kalimat: طµظپ/ ط°ط§/ ط«ظ†ط§/ ظƒظ…/ ط¬ط§ط¯/ ط´ط®طµ/ ظ‚ط¯/ ط³ظ…ط§/ ط¯ظ…/ ط·ظٹط¨ط§/ ط²ط¯/ ظپظٹ/ طھظ‚ظ‰/ ط¶ط¹/ ط¸ط§ظ„ظ…ط§ )
(27)(11)


HUKUM BACAAN IQLAB

Iqlab menurut etimologi berarti merubah sesuatu dari bentuknya. Menurut istilah tajwid berarti meletakkan huruf tertentu pada posisi huruf lain dengan memperhatikan ghunnah dan penuturan huruf yang disembunyikan (huruf mim).Dinamakan iqlab karena terjadinya perubahan tuturan nun sukun atau tanwin menjadi mim yang tersembunyi dengan disertai dengung. Huruf iqlab hanya satu, yaitu baa.

(16)(66)


GHUNNAH

Suatu bacaan disebut ghunnah apabila ada bacaan Nun dan Mimbertasydid Ghunnah artinya dengungan dan hokum bacaannya wajibul ghunnah (harus didengungkan). Penekanan ghunnah lebih kuat dibandingkan dengan bacaan idh-gham bila-ghunnah, hal ini karena bacaan ghunnah didahului harakat fathah, kasroh dan dhommah (huruf Mim dan Nun harus bertasydid).
 
Ghunnah Map


MAD THOBI'I

Mad Thabi'i atau Mad Asli, yaitu: 
Bila huruf yang setelah mad bukan huruf hamzah atau sukun.
Dinamakan thabi'i karena mad tersebut merupakan sesuatu yang thabi'i (alami), kadarnya tidak kurang dan tidak lebih. Aturan membacanya panjang 2 harakat



Mad Asli


MAD LAYIN

Layin yaitu : Keluarnya suara dengan mudah dan memanjang. Sifatnya lemah. Hurufnya ada 2, yaitu: Wau dan Ya

Layin Map

MAD WAJIB

Mad Wajib Muttashil; jika huruf mad (و ي ا) bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata maka wajib dibaca 2,5 alif atau 5 harakat.

MAD JAIZ

Mad Jaiz Munfashil; jika huruf mad (و ي ا) bertemu dengan huruf hamzah di luar (lain) kata, maka boleh dibaca 1, 2, atau 3 alif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar