Selasa, 20 Mei 2014

Panggung Pemuda: Pemimpin Muda Masa Depan Indonesia


Pkskelapadua.com, - Dibawah ini adalah teks pidato Ustadz Anis Matta saat penganugerahan 100 pemimpin muda Indonesia pada peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2008 di Bandung. Isi pidatonya masih relevan untuk setiap peringatan Sumpah Pemuda seperti hari ini.

"Saudara-saudara sekalian..
Kemarin kita bicara tentang para pahlawan kita. Dan hari ini kita juga bicara tentang pahlawan masa depan. Seratus pemimpin muda Indonesia!!

Mereka adalah wajah masa depan Indonesia. Mereka adalah potret masa depan Indonesia. Di tangan merekalah..di tangan merekalah..Insya Allah Indonesia akan mengambil gilirannya, bukan hanya dalam mensejahterakan negerinya, tetapi juga dalam memimpin dunia yang mulai terseok-seok.

Kalau dahulu dengan semangat antikolonialisme, Soekarno pernah menggabung seluruh bangsa-bangsa terjajah di dunia dalam sebuah gerakan Internasional, maka sekarang para pemuda Indonesia juga..para pemimpin muda Indonesia juga harus mewarisi semangat itu. Supaya kita jangan dibuat panik oleh krisis, supaya kita jangan dibuat bertengkar oleh masalah-masalah kecil, supaya kita tidak dibuat terpecah oleh perkara-perkara yang membuat kita tidak akan pernah menjadi bangsa besar, supaya kita tidak terpisah-pisah oleh sekat-sekat kecil dan tipis diantara kita.

Peradaban-peradaban besar adalah karya akumulatif antar generasi. Bangsa kita ini tidak akan pernah berdiri hanya dengan darah satu orang, hanya dengan air mata satu orang, hanya dengan ide satu orang. Itu sebabnya yang diperlukan oleh Indonesia masa depan adalah bukannya satu orang presiden, tapi adalah sebuah tim impian!!

Seratus pemimpin muda Indonesia adalah satu ide tentang tim impian Indonesia masa depan!!

Dan diantara seratus itu kita tidak sedang membicarakan jabatan apa yang akan kita duduki. Tidak!! Karena itu tidak penting!! Jabatan itu berbeda dengan karya. Jabatan itu berbeda dengan produktifitas. Jabatan itu berbeda dengan kemampuan. Bahkan seringkali jabatan-jabatan besar hanya akan menjatuhkan kita, menjatuhkan martabat kita, menjatuhkan kehormatan kita, jika jabatan besar itu tidak sepadan dengan kemampuan yang kita miliki.

Seratus pemimpin muda Indonesia tidak lagi berbicara tentang perbedaan, tapi berbicara tentang persamaan. Seratus pemimpin muda Indonesia menyadari masa lalunya dengan kuat, menyadari akar sejarahnya, tetapi punya mimpi besar untuk masa yang akan datang. Yang bukan hanya dibatasi oleh sekat-sekat batasan NKRI yang sempit itu. Walaupun kita menganggapnya besar, tetapi dunia yang besar itu bahkan tlah menjadi sebuah kampung kecil.

Seratus pemimpin muda itu bicara tentang bagaimana mengantar Indonesia, bukan hanya menyelesaikan krisis dalam negerinya, tetapi menjadi bagian dari kontributor peradaban dunia yang baru.

Seratus pemimpin muda Indonesia tidak lagi bicara figur, tapi bicara ide-ide, bicara narasi. Mereka tidak lagi bicara janji-janji, tapi mereka bicara kinerja. Mereka tidak bicara tentang diferensiasi, mereka bicara tentang kekompakan. Mereka bekerja dalam suatu tim, dan tidak bekerja untuk kejayaan pribadinya.

Seratus pemimpin muda Indonesia adalah tim masa depan Indonesia yang seharusnya kita bangun. Jadi apa yang diperlukan Indonesia..sekali lagi..bukanlah seorang presiden, tapi adalah sebuah tim impian!!

Dan PKS adalah sebuah bagian kecil. Hanya setetes air di lautan Indonesia. Hanya sedikit darah diantara seluruh darah pahlawan yang pernah tumpah di Indonesia. Hanya sedikit air mata yang pernah mengalir di negeri ini. Hanya sedikit ide-ide yang pernah ada dan berkecamuk dalam fikiran bangsa ini. Dan karena itu, kami tidak akan mampu mengurus negeri ini sendiri. Kita percaya dengan keterbatasan kita, dan karena itu kita rendah hati. Oleh karena itu, kita perlu mengembangkan semangat untuk menghargai orang lain. Semangat untuk menyadari bahwasanya disamping kita bekerja ada juga orang lain yang ikut bekerja bersama kita.

Di PKS banyak orang hebat, tapi di partai lain juga banyak orang hebat. Di PKS banyak reformis, tapi di kelompok lain juga banyak reformis. Oleh karena itu, kita mesti keluar dari kandang-kandang kita masing-masing untuk bertemu dalam suatu lapangan yang luas. Meneriakkan satu kata yang sama tentang masa depan Indonesia.

Dan biarlah di lapangan besar itu kita menggunakan baju kita masing-masing dengan warna yang berbeda-beda tapi dengan satu semangat yang sama. Karena hanya ada satu kata, Indonesia!!!

Kita ingin seratus pemuda Indonesia itu, seratus pemimpin muda itu meneriakkan satu kata, “bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada!!”

Dan jika ada warisan dari orang bijak seperti Rasulullah Saw, kita juga mendapatkan warisan dari seorang bijak yang lain, Umar Bin Khattab. Beliau pernah mengatakan, “setiap kali saya menghadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak-anak muda.” Bangsa kita ini sedang menghadapi masalah yang serius. Dan yang bisa menyelesaikan masalah serius ini adalah para pemimpin muda itu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar