Minggu, 30 Juni 2013

Hikmah Mengingat Kematian

Oleh Ust. H. Muhammad Yusuf Burhan, Lc
I. Kematian Adalah Keniscayaan
Diakhir surat Luqman disebutkan lima hal ghaib yang tidak diketahui oleh manusia, salah satu diantaranya yaitu seseorang tidak tau dimana dia akan menghembuskan napasnya terakhir, jadi merupakan rahasia Allah swt, tapi yang jelas bahwa maut akan datang, firman Allah swt dalam surat ali-Imran ayat 185 :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati
 Andaikan ada orang yang mempunyai istana yang megah, dan juga mempunyai jaagoan, jawarah atau para pengawal, atau pendekar yang sakti mandraguna, dan mungkin dia juga mempunyai benteng yang kokoh, lebih kokoh mungkin dari tembok raksasa yang ada dicina, tapi semua itu tidak akan mampu menghadang malaikat maut apabila telah datang menjemput, firman Allah swt dalam surat an-Nisa’ ayat 78
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh

Di antara hikmah mengingat kematian yaitu:
Pertama: Hidup dengan penuh semangat dan gairah
Mungkin ada yang bertanya, bukankah orang yang mengingat kematian maka dia akan merasa lesu, lemah, mudah menyerah dan putus asa, memang ungkapan ini mungkin ada benarnya dari satu sisi, namun bagi seorang mukmin yang meyakini adanya alam akhirat, adanya hari pembalasan dan akan datangnya hari dimana nyawa akan berpisah dari badan, hal ini menjadikannya untuk memiliki semangat yang membaja, semangat yang menggelora supaya dapat menghadapi hari-hari tersebut, dia berusaha mempersiapkan bekal yang sebaik-sebaiknya untuk menjadi bekal setelah maut datang menjemput,dia menabung untuk akhiratnya dengan melakukan amal-amal ketaatan, dia berusaha mempersiapkan sebaik-baik bekal, dan bekal dan terbaik adalah takwa, firman Alllah swt dalam surat al-Baqarah ayat 197:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa  dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
Kedua: Adanya ketenangan
Seorang mukmin meyakini bahwa kematian pasti datang, dimanapun kalau sudah datang waktunya maka tidak ada yang bisa menundanya atau memajukannya walaupun sedetik, walaupun orang itu berada diatas kasur yang empuk, Rasulullah saw bersabda:
من سأل الله الشهادة بصدق بلغه الله منازل الشهداء وإن مات على فراشه (الدارمى ، وأحمد ، وأبو داود ، والترمذى ، والنسائى ، وابن ماجه ، وابن حبان عن سهل بن أبى أمامة عن سهل بن حنيف عن أبيه عن جده)
Barangsiapa yang mencari mati syahid dengan niat yang benar, maka Allah swt akan memberikannya derajat syahid walaupun dia mati diatas tempat tidurnya.
Tapi bagi orang yang tidak ingat kepada hari pembalasan, tidak memahami akan hakikat kematian, terkadang dihantui oleh berbagai rasa takut, takut ini dan takut itu, takut mati dan sebagainya. Terkadang ada orang yang mau makan, tapi merasa takut, takut kalau makanan itu ada racunnya, kalau berjalan, naik mobil atau naik peswaaat dia merasa takut, takut kalau ada bom yang mengincarnya, akhirnya ia selalu dihantui oleh rasa takut.
Berbeda dengan seorang mukmin, hidupnya selalu pasrah kepada Allah swt, dia selalu sabar dan tenang dalam menjalani kehidupannya, dia yakin bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali sesuatu yang telah digariskan oleh Allah swt. Dalam surat at-Taubah ayat  51 Allah swt menegaskan:
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal."
Ketiga: Mendapat kemenangan
Pada masara, umat khalifah umar ra. Umat Islam mampu menyebarkan Ialam kesegenap pelosok dunia, dua kekuatan raksasa ketika itu yang mencoba tersebarnya dakwah Islam bisa dipukul mundur, imperium Romawi dan Persia bisa ditumbangkan, bayangkan bangsa Arab yang selama ini terkebelakang, tidak dikenal dunia kala itu bisa menguasai dunia, bayangkan orang-orang arab kampung yang selama ini kerjanya sebagai pengembala onta dan kambing, yang selama ini dianggap sebagai bangsa yang mati terkubur, dianggap tidak bisa maju dan tampil kedepan, ternyata bisa menguasai dunia,
Mengapa mereka bisa menjadi bangsa yang hidup? Hal ini dikarnakan kehidupan mereka bersandar kepada Al-Quran as-sunnah, inilah rahasia mengapa mereka menjadi bangsa yang kembali hidup dan memainkan peran dalam kancah dunia, rahasianya adalah mereka istiqamah terhadap ajaran Al-Qur’an, firman Allah swt dalam surat al-Anam ayat 122 :
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.
Al-Quran mengajarkan bahwa kehidupan akhirat lebih baik dari kehidupan akhirat, kehidupan dunia hanya sementara, oleh karena  itu mereka selalu siap untuk menyongsong kehidupan setelah alam dunia ini, mereka korbankan harta benda, jiwa raga, dan mereka kuras tenaga dan pikiran mereka untuk berjuang menegakkan agama Allah ini, mereka bersunggu-sungguh, mereka berjuang sepenuh jiwa, mati merupakan hal biasa, yang luar biasa adalah kalau mati tidak dengan membawa iman, tanpa membawa bekal yang cukup, tentunya orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh maka dia akan menggapai cita-citanya, dan mudah untuk mendapat kemenangan, firman Allah swt dalam surat al-Ankabut ayat 69 :
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
II. Tiga Tanda Kematian
"Dikisahkan bahwa malaikat maut (Izrail) bersahabat dengan Nabi Ya’kub AS. Suatu ketika Nabi Ya’kub berkata kepada malaikat maut. Aku menginginkan sesuatu yang harus kamu penuhi sebagai tanda persaudaraan kita".
"Apakah itu? tanya malaikat maut. Jika ajalku telah dekat, beri tahu aku. Malaikat maut berkata, Baik aku akan memenuhi permintaanmu, aku tidak hanya akan mengirim satu utusanku, namun aku akan mengirim dua atau tiga utusanku. Setelah mereka bersepakat, mereka kemudian berpisah".
"Setelah beberapa lama, malaikat maut kembali menemui Nabi Ya’kub. Kemudian, Nabi Ya’kub bertanya, Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"
"Aku datang untuk mencabut nyawamu. Jawab malaikat maut. Lalu, mana ketiga utusanmu? tanya Nabi Ya’kub. Sudah kukirim. Jawab malaikat, Putihnya rambutmu setelah hitamnya, lemahnya tubuhmu setelah kekarnya, dan bungkuknya badanmu setelah tegapnya. Wahai Ya’kub, itulah utusanku untuk setiap bani Adam".
Kisah tersebut di atas mengingatkan tentang tiga tanda kematian yang akan selalu menemui kita, yaitu:
  1. Memutihnya rambut;
  2. Melemahnya fisik, dan
  3. Bungkuknya badan.
Jika ketiga atau salah satunya sudah ada pada diri kita, itu berarti malaikat maut telah mengirimkan utusannya. Karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi utusan tersebut.
Karena itu, kita berharap agar saat menghadapi kematian dalam keadaan tunduk dan patuh kepada-Nya. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam". (QS Ali Imran [3]: 102).
Tidaklah terlalu penting kita akan mati, tapi yang terpenting adalah sejauh mana persiapan menghadapi kematian itu. Rasulullah SAW mengingatkan agar kita bersegera untuk menyiapkan bekal dengan beramal saleh. Bersegeralah kamu beramal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang memperdaya, kekayaan yang menyombongkan, sakit yang memayahkan, tua yang melemahkan, kematian yang memutuskan, dajjal yang menyesatkan, dan kiamat yang sangat berat dan menyusahkan. (HR Tirmidzi).
Bekal adalah suatu persiapan, tanpa persiapan tentu akan kesulitan dalam mengarungi perjalanan yang panjang dan melelahkan. Oleh karena itu, Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. (QS Al-Baqarah [2]: 197)
III. Kembali dalam Keadaan Berserah Diri
Kita semua mesti memahami bahwa agama yang disisi Allah swt hanya agama Islam, orang yang mencari agama selain Islam maka dia akan menjadi orang yang merugi kelak pada hari kiamat, orang yahuda mengklaim bahwa nabi Ibrahim adalah seorang yahudi, demikian juga orang nasrani mengklaim bahwa nabi Ibrahim as adalah seorang nasrani, namun Allah swt menolak dan membatalkan sangkaan mereka tersebut, dan menegaskadalam al-Quran surat ali-Imran ayat 67:
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus  lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.
Bahkan nabi Ibrahim berpesan kepada putra-putranya agar mati sebagai seorang muslim, firman Allah swt dalam surat al-Baqarah ayat 132:
وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".
Oleh karena itu jangan pernah meragukan kebenaran agama kita ini, jangan pernah merasa bimbang dengan kebenaran risaalah yang dibawa oleh baginda Rasulullah saw, firman Allah swt dalam surat al-Baqarah ayat 147 :
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
Kita semua berasal dari tanah dan akan kembali kepada tanah, dan kelak masing-masing kita akan dibangkitkan dari kubur kita masing-masing, oleh Karena itu kita mesti berusaha supaya diri kita dan keluarga kita dan semua kaum muslimin hidup sebagai muslim, dan mati juga sebagai seorang muslim, firman Allah swt dalam surat ali-Imran ayat 102:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
Sekian,semoga kita semua mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan, baik didunia yang fana ini,lebih-lebih dialam akhirat yang kekal abadi.
*****
Sumber:
*http://ikadi.or.id/artikel/khutbah/555-hikmah-mengingat-kematian.html
*http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/06/12/m5ia3z-inilah-tiga-tanda-kematian

Kewajiban Bertaubat dan Urgensinya

Oleh: Syeikh Yusuf Qardhawi
Taubat dari dosa yang dilakukan oleh seorang mu'min --dan saat itu ia sedang berusaha menuju kepada Allah SWT -- adalah kewajiban agama. Diperintahkah oleh Al Quran, didorong oleh sunnah, serta disepakati kewajibannnya oleh seluruh ulama, baik ulama zhahir maupun ulama bathin. Atau ulama fiqh dan ulama suluk. Hingga Sahl bin Abdullah berkata: Barangsiapa yang berkata bahwa taubat adalah tidak wajib maka ia telah kafir, dan barangsiapa yang menyetujui perkataan seperti itu maka ia juga kafir. Dan ia berkata: "Tidak ada yang lebih wajib bagi makhluk dari melakukan taubat, dan tidak ada hukuman yang lebih berat atas manusia selain ketidak tahuannya akan ilmu taubat, dan tidak menguasai ilmu taubat itu (Di sebutkan oleh Abu Thalib Al Makki dalam kitabnya Qutul Qulub, juz 1 hal. 179).

Taubat dalam Al Quran
 
Al Quran memberi perhatian yang besar terhadap taubat dalam banyak ayat-ayat yang tersebar dalam surah-surah Makkiah atau Madaniah. Kita akan membaca ayat-ayat itu nantinya, insya Allah.

"Bertaubatlah kepada Allah SWT dengan Taubat yang semurni-murninya".

Di antara perintah yang paling tegas untuk melaksanakan taubat dalam Al Quran adalah firman Allah SWT:
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS. At Tahrim: )

Ini adalah perintah yang lain dari Allah SWT dalam Al Quran kepada manusia untuk melakukan taubat dengan taubat nasuha: yaitu taubat yang bersih dan benar. Perintah Allah SWT dalam Al Quran itu menunjukkan wajibnya pekerjaan ini, selama tidak ada petunjuk lain yang mengindikasikan pengertian selain itu. Sementara dalam ayat itu tidak ada petunjuk yang lain itu. Oleh karena itu, hendaknya seluruh kaum mu'min berusaha untuk menggapai dua hal atau dua tujuan yang pokok ini. Yaitu:

Menghapuskan dosa-dosa
Masuk ke dalam surga.


Seluruh individu muslim amat membutuhkan dua hal ini:
Pertama: agar kesalahannya dihapuskan, dan dosa-dosanya diampunkan. Karena manusia, disebabkan sifat kemanusiaannya, tidak mungkin terbebas dari kesalahan dan dosa-dosa. Itu bermula dari kenyataan elemen pembentukan manusia tersusun dari unsur tanah yang berasal dari bumi, dan unsur ruh yang berasal dari langit. Salah satunya menarik ke bawah sementara bagian lainnya mengajak ke atas. Yang pertama dapat menenggelamkan manusia pada perangai binatang atau lebih buruk lagi, sementara yang lain dapat mengantarkan manusia ke barisan para malaikat atau lebih tinggi lagi.

Oleh karena itu, manusia dapat melakukan kesalahan dan membuat dosa. Dengan kenyataan itu ia membutuhkan taubat yang utuh, sehingga ia dapat menghapus kesalahan yang diperbuatnya.

Kedua: agar ia dapat masuk surga. Siapa yang tidak mau masuk surga? Pemikiran yang paling berat menghantui manusia adalah: akan masuk kemana ia nantinya di akhirat. Ini adalah masalah ujung perjalanan manusia yang paling penting: apakah ia akan selamat di akhirat atau binasa? Apakah ia akan menang dan bahagia ataukah ia akan mengalami kebinasaaan dan penderitaan? Keberhasilan, kemenangan dan kebahagiaan adalah terdapat dalam surga. Sedangkan kebinasaan, kekecewaan serta penderitaan terdapat dalam neraka:

"Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (QS. Ali Imran: 185.).

Bertaubatlah Kalian Semua Kepada Allah SWT, Wahai Orang-2 yg Beriman
Di antara ayat Al Quran yang berbicara tentang taubat adalah firman Allah:

"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung" (QS. An-Nur: 31).

Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kepada seluruh kaum mu'minin untuk bertaubat kepada Allah SWT, dan tidak mengecualikan seorangpun dari mereka. Meskipun orang itu telah demikian taat menjalankan syari'ah, dan telah menanjak dalam barisan kaum muttaqin, namun tetap ia memerlukan taubat. Di antara kaum mu'minin ada yang bertaubat dari dosa-dosa besar, jika ia telah melakukan dosa besar itu. Karena ia memang bukan orang yang ma'shum (terjaga dari dosa). Di antara mereka ada yang bertaubat dari dosa-dosa kecil, dan sedikit sekali orang yang selamat dari dosa-dosa macam ini. Dari mereka ada yang bertaubat dari melakukan yang syubhat. Dan orang yang menjauhi syubhat maka ia telah menyelamatkan agama dan nama baiknya. Dan diantara mereka ada yang bertaubat dari tindakan-tindakan yang dimakruhkan. Dan di antara mereka malah ada orang yang melakukan taubat dari kelalaian yang terjadi dalam hati mereka. Dan dari mereka ada yang bertaubat karena mereka berdiam diri pada maqam yang rendah dan tidak berusaha untuk mencapai maqam yang lebih tinggi lagi.

Taubat orang awam tidak sama dengan taubat kalangan khawas, juga tidak sama dengan taubat kalangan khawas yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu ada yang mengatakan: "Kebaikan kalangan abrar adalah kesalahan orang-orang kalangan muqarrabin!" Namun, dalam ayat itu, semua mereka diperintahkan untuk melakukan taubat, agar mereka selamat.

Pengarang kitab Al Qamus memberikan komentar atas ayat ini dalam kitabnya (Al Bashair): Ayat ini terdapat dalam kelompok surah Madaniyyahh . Allah tujukan kepada kaum yang beriman dan kepada makhluk-makhluk-Nya yang baik, agar mereka bertaubat kepada-Nya, setelah mereka beriman, sabar, hijrah dan berjihad. Kemudian mengaitkan keberuntungan dengan taubat "agar kalian beruntung". Yaitu mengaitkan antara sebab dengan yang disebabkan. Dan menggunakan dengan 'adat' "la'alla" untuk memberikan pengertian pengharapan. Yaitu jika kalian bertaubat maka kalian diharapkan akan mendapatkan keberuntungan, dan hanya orang yang bertaubat yang berhak mengharapkan keberuntungan itu.

Sebagian ulama suluk berkata: Taubat adalah wajib bagi seluruh manusia, hingga bagi para nabi dan wali-wali sekalipun. Dan janganlah engkau duga bahwa taubat hanya khusus untuk Adam a.s. saja. Allah SWT befirman:

"Dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia, kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dam memberinya petunjuk" (QS. Thahaa: 121-122).

Namun ia adalah hukum yang azali dan tertulis bagi umat manusia sehingga tidak mungkin dapat diterima sebaliknya. Selama sunnah-sunnah (ketentuan) Ilahi belum tergantikan. Maka kembali --yaitu dengan bertaubat-- kepada Allah SWT bagi setiap manusia adalah amat urgen, baik ia seorang Nabi atau orang yang berperangai seperti babi, juga bagi wali atau si pencuri. Abu Tamam berkata:

"Jangan engkau sangka hanya Hindun yang berhianat, itu adalah dorongan peribadi dan setiap orang dapat berlaku seperti Hindun!

Perkataan itu didukung oleh hadits:
"Seluruh kalian adalah pembuat salah dan dosa, dan orang yang berdosa yang paling baik adalah mereka yang sering bertaubat". Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan lainnya dari Anas. Juga taubat itu adalah wajib bagi seluruh manusia. Ia wajib dalam seluruh kondisi dan secara terus menerus. Pengertian itu dipetik dari dalil yang umum, Allah SWT berfirman: " dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah". Karena manusia tidak mungkin terbebaskan dari dosa yang diperbuat oleh anggota tubuhnya. Hingga para nabi dan orang-orang yang saleh sekalipun. Dalam Al Quran dan hadits disebutkan tentang dosa-dosa mereka, serta taubat dan tangisan sesal mereka.

Jika suatu saat orang terbebas dari maksiat yang dilakukan oleh tubuhnya, maka ia tidak dapat terlepas dari keinginan berbuat maksiat dalam hatinya. Dan jikapun tidak ada keinginan itu, dapat pula ia merasakan was-was yang ditiupkan oleh syaitan sehingga ia lupa dari dzikir kepada Allah SWT. Dan jika tidak, dapat pula ia mengalami kelalaian dan kurang dalam mencapai ilmu tentang Allah SWT, sifat-sifat-Nya serta perbuatan-perbuatan-Nya. Semua itu adalah kekurangan dan masing-masing mempunyai sebabnya. Dan membiarkan sebab-sebab itu dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan yang berlawanan berarti mengembalikan diri ke tingkatannya yang rendah. Dan manusia berbeda-beda dalam kadar kekurangannya, bukan dalam kondisi asal mereka (Lihat: Syarh Ainul Ilmi wa Zainul Hilm, juz 1 hal. 175. Kitab ini adalah mukhtasar (ringkasan) kitab Ihya Ulumuddin).

Orang yang tidak Bertaubat adalah Orang yang Zhalim
 
Allah SWT berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita -wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh Jadi wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk pangggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS .Al Hujurat: 11)

Setelah Allah SWT melarang kaum mu'minin untuk mencela seorang muslim --baik ia laki-laki atau perempuan-- serta mengejeknya dengan ucapan yang menyakitkan atau membuatnya susah; dan al-Quran menganggap orang yang mengejek sesama muslim sebagai orang yang mengejek dirinya sendiri, karena kaum muslimin adalah seperti satu tubuh; Al-Quran juga melarang untuk saling panggil memanggil dengan panggilan yang buruk yang tidak disenangi orang. Perbuatan itu semua akan memindahkan manusia dari derajat keimanan ke derajat kefasikan. Dari seorang mu'min menjadi seorang fasik, dan nama yang paling buruk setelah keimanan adalah kefasikan itu.
 
Kemudian Allah SWT berfirman:
"Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim". Ini adalah dalil akan kewajiban bertaubat. Karena jika ia tidak bertaubat maka ia akan menjadi orang-orang zhalim. Dan orang-orang yang zhalim tidak akan beruntung. "Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung." (QS. Yusuf: 23)

Juga tidak dicintai Allah SWT:
"Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim."( QS. Ali 'Imran: 57).

Serta mereka tidak mendapatkan petunjuk dari Allah SWT:
"Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al Maidah: 51).

Dan mereka juga tidak selamat dari api neraka:
"Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." (QS. Maryam: 71-72.).

Ayat-ayat yang lain:
Di antara ayata-yat Al Quran yang mengajak kepada taubat dan menganjurkannya, serta menjelaskan keutamaannya dan buahnya adalah firman Allah SWT:
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222).

Mengajak Kaum Musyrikin dan Kaum Kafir untuk Bertaubat

Di antara ayat-ayat Al Quran ada yang mengajak kaum musyrikin untuk bertaubat, serta membukan pintu bagi mereka untuk bergabung dalam masyarakat muslim, serta menjadi saudara seiman mereka. Seperti firman Allah SWT dalam surah at-Taubah setelah memerintahkan untuk memerangi kaum musyrikin yang melanggar perjanjian damai:

"Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. at-Taubah: 5).

"Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama." (QS. At-Taubah: 11)

Al Quran juga mengajak orang-orang Kristen untuk bertaubat dari perkataan mereka tentang ketuhanan al Masih atau ia sebagai satu dari tiga oknum tuhan! Sedangkan ia sebetulnya hanyalah seorang hamba Allah. Dan baginya telah terjadi apa yang terjadi bagi manusia biasa. Serta Al Quran mengajak untuk menyembah Allah SWT saja.

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah al Masih putera Maryam", padahal al-Masih (sendiri) berkata: "Hai bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: " bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Maidah: 72-74 ).

Bahkan Allah SWT Yang Maha Pemurah juga membuka pintu taubat bagi orang-orang kafir yang telah demikian keji menyiksa kaum mu'mimin dan mu' minat, serta telah melemparkan kaum mu'minin itu ke dalam api yang panas:

"Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar. Ketika mereka duduk di sekitarnya. Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman." (QS. al Buruj: 5-7.)

Allah SWT berfirman setelah menyebutkan kisah mereka itu, bahwa mereka membenci kaum mu'minin itu semata karena kaum mu'minin beriman kepada Allah SWT semata.
Allah SWT befirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mu'min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar." (QS. al Buruuj: 10).

Hasan al Bashri mengomentari ayat ini: "lihatlah kedermawanan dan kemurahan Allah SWT ini: mereka membunuh para wali-Nya, dan Dia kemudian mengajak mereka itu untuk bertaubat dan meminta ampun kepada-Nya!."
Hingga kemurtadan --yaitu orang yang kafir setelah iman- taubat mereka masih dapat diterima. Allah SWT berfirman:

"Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjukki orang-orang yang zalim. Mereka itu balasannya ialah: Bahwasanya la'nat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) la'nat para malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh, kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran: 86-89.
*http://www.islamedia.web.id/2013/06/kewajiban-bertaubat-dan-urgensinya.html

业 ‘‘MUKJIZAT DI BALIK BISMILLAH’’ 业

‘‘BISMILLAH’’ adalah sebutan atau nama singkatan dari lafaz ‘‘BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM’’ yang bermaksud; ‘‘DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG...!!!’’

⊙ KELEBIHAN² BISMILLAH.

业 Yang pertama ditulis Qalam adalah BISMILLAH. Maka apabila kamu menulis sesuatu, maka tulislah BISMILLAH pada awalnya karena BISMILLAH tertulis pada setiap wahyu yang Allah SWT turunkan kepada Jibrail.

业 BISMILLAH untukmu dan rumahmu, suruhlah mereka apabila memohon sesuatu dengan BISMILLAH. Aku tidak akan meninggalkannya sekejap mata pun sejak BISMILLAH diturunkan kepada Adam. (Hadits Qudsi)

业 Tatkala BISMILLAH diturunkan ke dunia, maka semua awan berlari ke arah barat, angin terdiam, air laut bergelora, mendengarkan seluruh binatang dan terlempar semua syaitan.

业 Demi Allah dan keagungan-Nya, tidaklah BISMILLAH itu dibacakan pada orang yang sakit melainkan menjadi obat untuknya dan tidaklah BISMILLAH dibacakan di atas sesuatu melainkan Allah memberi berkat ke atasnya.

业 Barang siapa yang ingin hidup bahagia dan mati syahid, maka bacalah BISMILLAH setiap kali memulaikan sesuatu perkara yang baik.

业 Jumlah huruf dalam BSMILLAH ada 19 huruf dan malaikat penjaga neraka ada 19 (QS.AL Muddatsir :30). Ibnu Mas'ud berkata; Siapa yang ingin Allah SWT selamatkan dari 19 malaikat neraka maka bacalah BISMILLAH 19 kali setiap hari...!!!

业 Tiap huruf BISMILLAH ada JUNNAH (penjaga atau khadam) hingga tiap huruf berkata, "Siapa yang membaca BISMILLAH maka kamilah kekuatannya dan kamilah kehebatannya...!!!"

业 Barang siapa yang memuliakan tulisan BISMILLAH niscaya Allah SWT akan mengangkat namanya di syurga yang sangat tinggi dan diampunkan segala dosa kedua orang tuanya.

业 Barang siapa yang membaca BISMILLAH, maka akan bertasbihlah segala gunung kepadanya.

业 Barang siapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, maka akan terpelihara dari gangguan syaitan, kecurian dan kebakaran, maut mendadak dan bala.

业 Barang siapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati (si zalim) serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada (si pembaca). Wallahu a’lam...

Subhanallah...

sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,
1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu

Jumat, 21 Juni 2013

21 TRIK MENDAPATKAN BIASISWA

Berikut ini adalah tips tips yang senaja saya kopy paste untuk memepermudah dalam menggapai biasiswa serta link info biasiswa dapat mudah ditelusuri, ini dari link biasiswindo.com :
ini dia tips tips nya... come on let go...


  1. Supaya selalu update dengan informasi beasiswa terbaru baik dari dalam negeri maupun luar negeri bahkan sampai luar angkasa sekalipun, seperti Astronomy,, hehe.. Daftarin emailmu disini! FOLLOW Twitter @BeasiswaIndo LIKE Facebook Page Beasiswa Indonesi
  2. JANGAN MALAS!!! Jangan malas disini bisa berbagai jenis, seperti malas baca, malas cari info, malas ngurusin berkas persyaratan beasiswa, dan malas – malas yang lainnya.
  3. Persiapkan kemampuan bahasa asing minimal 1 tahun sebelum daftar beasiswa. Jenjang waktu 1 tahun disini tentunya relatif, semua tergantung kemampuanmu dalam penguasaan bahasa asing yang diinginkan.
  4. Hapalkan minimal 10 kata baru setiap hari untuk meningkatkan kemampuan bahasa asingmu
  5. Pelajari bahasa asing kedua setelah English, tergantung negara tujuanmu. Negara – negara yang bahasa utamanya selain English biasanya lebih mengutamakan peserta yang menguasai bahasa mereka, contoh: Jepang, Korea, Jerman, Perancis, dan lain – lain.
  6. Beasiswa itu bukan sedekah yg bisa “diminta”, tapi harus diperjuangkan!
  7. Jangan daftar 1 dan menunggu, daftar sekaligus beberapa biar kesempatan makin besar
  8. Untuk tes wawancara, usahakan tenang, jawab dengan jujur, lugas dan tidak berbelit – belit.
  9. Biaya hidup itu tergantung gaya hidup
  10. Sudah berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa? sekarang BERDOA!
  11. Selain bahasa, pelajari juga kebudayaan negara tujuan, bisa jadi nilai tambah buat kamu
  12. Mau beasiswa tanpa syarat? Mimpi aja ada syarat harus tidur dulu!
  13. Gak penting sepintar apa kamu, tapi seberapa besar usahamu!
  14. Kuasai kebudayaan asli Indonesia, bisa jadi nilai jualmu diluar sana! Contohnya seperti seni tari, seni musik dan lagu daerah, drama tradisional, pakaian adat, pengetahuan sejarah, bahasa daerah, dan sebagainya.
  15. Menguasai bahasa asing, mulailah dari kosakata dan percakapan sehari-hari
  16. Biasakan menulis & membuat essay, banyak banget beasiswa dengan syarat ini!
  17. Saat tes wawancara, jaga attitude, tunjukkan kemampuanmu, tapi jangan sombong!
  18. Target TOEFL min 550, IPK min 3.0, lebih dari itu lebih baik! Lho, katanya pinter gak penting? Kok ada syarat nilai TOEFL & IPK yg tinggi? INGAT: Pintar itu hasil dari USAHA!
  19. Selain kemampuan akademis, tingkatkan juga kemampuan berkomunikasi / interpersonal skill !
  20. Setelah lulus, tinggal dulu di kota tempat kampusmu kalau bisa 1 tahun, supaya kalau ada beasiswa lanjutan mudah ngurusnya. Hal ini tentu saja selama keadaan memungkinkan. Kalau gak bisa ya jangan dipaksa.
  21. Jangan menunggu sampai deadline! Daftar dan kirimkan berkas persyaratan beasiswa secepatnya kalau memang sudah siap. Hal ini untuk menghindari adanya gangguan baik teknis / non teknis yang diluar perkiraan kita. Contohnya, untuk pengiriman berkas secara online melalui website, menghindari server yang sibuk / down karena trafik yang melonjak karena banyaknya peserta yang pada saat bersamaan mencoba mengirimkan berkas.

mau beasiswa? usaha! merasa gak pinter? usaha kuadrat!!
itulah tips yang sangat mengena, keren, cerdas dan sangat motivator sekali.. saya suka cara itu...

3 usaha online

bisnis online
http://wanenoor.blogspot.com/search/label/Bisnis%20Online

BIOLOGI

Biologi Manusia
http://wanenoor.blogspot.com/search/label/Biologi%20Manusia#.UcRQxs0o7gU

Biologi Molekuler
http://wanenoor.blogspot.com/search/label/Biologi%20Molekuler


Selasa, 11 Juni 2013

Cara memutihkan gigi

Gigi yang kuning ada cenderung berwarna pudar disebabkan karena perubahan warna gigi akibat seringnya plak menempel pada gigi dari sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan sewaktu habisa makan.

Gigi yang kuning tentunya tidak baik bagi penampilan anda dan akan membuat rasa percaya diri ketika berbicara di muka umum menjadi berkurang pula. Bagi yang berprofesi kerja yang diharuskan berhadapan dengan publik, tentunya hal ini akan mengganggu produktifitas anda.

Untuk memutihkan gigi bisa dilakukan dengan cara yang menggunakan bleaching gigi. Tapi kadang kala untuk sebagian orang, bleaching gigi ini terasa sakit dan ngilu apabila digunakan. Nah, bila anda termasuk dalam orang diatas, ada baiknya untuk mencoba cara tradisional saja dengan bahan-bahan alami yang tidak akan membuat rasa sakit di gigi anda.

1. Memutihkan gigi dengan Stroberi
Kandungan asam malat yang terkandungan dalam stroberi, berkhasiat untuk mengubah warna gigi menjadi lebih putih. Dr. Adinda Carrel, seorang dokter gigi di New York menjelaskan bahwa stroberi merupakan cara murah untuk mencerahkan senyum Anda. Namun, jangan digunakan terlalu sering, kandungan asamnya dapat merusak enamel gigi. Caranya, hancurkan satu stroberi matang dan gosokkan pada gigi. Diamkan selama lima hingga 10 menit. Kemudian sikat gigi sampai bersih dengan pasta gigi.

2. Memutihkan gigi menggunakan Kulit Lemon
Anda juga bisa memanfaatkan kulit lemon untuk mencerahkan warna gigi. Caranya, kupas buah lemon dan pisahkan kulitnya. Gosoklah kulit lemon pada gigi secara menyeluruh selama lima menit. Kemudian sikat gigi sampai bersih dengan pasta gigi.

3. Dengan Keju
Makan keju setelah makan besar sangat baik untuk gigi. Keju dan produk susu lainnya seperti yoghurt dan susu mengandung kalsium yang dapat memutihkan dan menguatkan gigi.

4. Buah dan Sayuran yang Renyah
Buah dan sayuran yang renyah seperti apel, pir dan wortel bekerja seperti sikat gigi alami dan pemutih gigi. Buah dan sayuran renyah tersebut dapat mengangkat noda dan membersihkan gigi secara maksimal tanpa merusak enemel gigi. Makanlah buah dan sayuran setelah Anda makan besar.

5. Baking Soda
Satu lagi bahan alami yang terkenal untuk memutihkan gigi, yakni baking soda. Baking soda memiliki sifat yang dapat menghilangkan noda pada permukaan gigi. Namun, baking soda juga dapat merusak gigi. Sama halnya dengan stroberi baking soda tidak boleh sering diaplikasikan. Minimal satu atau dua bulan sekali. Caranya dengan menyebarkan baking soda ke seluruh permukaan gigi. Diamkan selama lima hingga 10 menit. Kemudian sikat gigi sampai bersih dengan pasta gigi.